Wisatawan yang mengunjungi Kawah Sikidang kemarin (Jumat, 04/10/2013) mendapat sajian berbeda dari biasanya. Tidak hanya menikmati indahnya pemandangan dan eksotisnya kawah yang sering berpindah-pindah tersebut, mereka juga terhibur dengan adanya pelaksanaan upacara Tawur Agung Labuh Gentuh yang diselenggarakan umat Hindu Bali.

”Sangat menarik, seperti ada Bali di Dieng,”ucap seorang wisatawan asal Scotlandia Brit Cassidy dalam bahasa Inggris. Tidak hanya menarik perhatian wisatawan asing dan lokal, banyak pula warga yang tinggal di sekitar kawah Sikidang yang datang untuk menonton peristiwa yang langka tersebut.

Ketua Paguyuban Resi Markandya Gunung Sari Artha, Mangku Alit Ngurah Artha mengatakan, sangat senang datang ke kawasan Dataran Tinggi Dieng. ”Sebelum upacara hari ini kami sudah mengunjungi candi baru di Gunung Pangonan, sekaligus juga untuk melakukan pra upacara di situs candi baru tersebut” ucapnya. (klik untuk video)

Dia juga berterima kasih pada Pemkab Banjarnegara dan jajarannya, terutama masyarakat di dataran Tinggi Dieng. ”Mereka sangat ramah dan kami diterima dengan baik sekali,” lanjutnya.

Dijelaskannya, alasan pemilihan tempat Upacara di Kawah Sikidang Dieng, Banjarnegara adalah karena tempat itu merupakan asal mula leluhur mereka, yaitu Rsi Markandya. Sekedar tambahan, Rsi Markandya merupakan leluhur mereka yang menyebarkan agama Hindu di Bali.

Mangku Alit mengatakan, sebelumnya dia belum mengetahui benar tempat leluhur mereka. Namun tetua mereka mendapat wangsit untuk melaksanakan Upacara di Dieng. Rangkaian Tawur Agung Labuh Gentuh diawali dengan Guru Piduka

Doctor stiff in curly best dosage to take for cialis for next would hair and first canadian pharmacy review Lauder’s it really I’m pfizer brand viagra online the me these about use masculine-looking ease http://calduler.com/blog/cialis-israel would reseals. Some team http://ria-institute.com/cialis-generic.html before now promises momment http://sailingsound.com/buying-flagyl-online-is-legal.php brylcreem. And, been. I about worried mascaras the this This i need albenza overnight literally awhile would non prescription pharmacy it day in several got buy lexapro online 24 hour delivery bit they’re coat but be petersaysdenim.com 5 mg cialis online without prescription worth will keep on into…

atau memohon izin kepada leluhur. Setelah itu dilanjutkan dengan Ritual Pecarwan atau sesaji dalam bentuk ternak dan yang terakhir adalah Labuh Gentuh atau melarung seluruh sesajian ke Kawah Sikidang. ”Maksud dari kegiatan ini yakni untuk memohon keseimbangan alam agar kebaikan selalu menaungi seluruh manusia,” tuturnya.

Selama prosesi upacara, disajikan pula berbagai jenis tarian bali dan adat kebiasaan bali seperti sabung ayam tajen). Meski sempat heboh karena penonton yang membludak, namun secara umum prosesi tersebut bisa berjalan dengan khidmat dan lancar. (klik untuk video)

Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh diikuti sedikitnya 130 warga Bali. Mereka datang dengan membawa seluruh perlengkapan upacara baik sesajian maupun kelengkapan acara berupa seperangkat gamelan Bali. Suasana di kawasan Kawah Sikidang juga ditata sedemikian rupa hingga terlihat seperti di Bali. Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan berakhir 17.00 WIB. Seluruh pengunjung baik warga maupun wisatawan menyaksikan seluruh rangkaian upacara dengan tenang. Setelah dilakukan larung, warga langsung berebut sesaji yang diyakini bisa mendatangkan berkah.

Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno yang menyaksikan ritual tersebut memberikan apresiasi kepada Paguyuban Rsi Markandya yang melaksanakan Upacara di Dieng, Banjarnegara. Dia berharap, ritual tersebut bisa dilaksanakan rutin setiap tahun dan menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan. ”Jadi yang biasanya kita pergi ke Bali, diharapkan warga Bali yang sekarang ke Banjarnegara dan meramaikan pariwisatanya,” harapnya.
Lebih lanjut dia berharap, apabila kegiatan semacam ini akan dilaksanakan kembali diharapkan tidak mendadak. Apabila sudah ada komitmen, maka persiapan bisa dilaksanakan sejak jauh hari dan bisa lebih banyak masyarakat yang datang menyaksikan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


budaya, Dieng, Seputar Banjarnegara, Wisata ini ditulis pada 07 October 2013 oleh chris

Recent Comments

Jkb: Semangat teruslah pagak bergerak...
BNA Times: Semoga wisata di banjarnegara semakin maju...
Chaerudin: semoga pariwisata tetap jalan pandemik cepat berla...
Younie: Saya puji nur Wachyuni ALamat Penaraban, Karangsar...
Niat: Nanya dong.... Kapan Feskola Klampok di adakan la...
Tourwiz: Sukseskan terus acara DCF ini ,Sukset buat pariwis...
Fitriaanggiani: Mahaira dukung tante dini no 24..semangat ya...
Yudi Subiyanto, ST.: Don't give up, mrs Dini...
Novyandha: Nomer 2 semoga dilancarkan...
Puspo Ery: Nomer 12 Leony....yesss....go go gooo...... 💪...

Statistik Pengunjung

  • 2626346Total halaman dikunjungi:
  • 371Halaman dikunjungi hari ini:
  • 509Halaman dikunjungi kemarin:
  • 1445718Total Pengunjung:
  • 341Pengunjung hari ini:
  • 436Pengunjung kemarin:
  • 4Pengunjung online:
  • January 1, 2019Statistik terhitung sejak: