IMG_1866Sabtu malam (15/02) lalu, Balai Budaya Banjarnegara diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Balai budaya termegah di Jawa Tengah yang dibangun dari APBD Kabupaten Banjarnegara TA 2013 ini menelan biaya 6,8 miliar lebih. Kedepan gedung yang cukup representatif itu menjadi pusat segala kegiatan kebudayaan di Banjarnegara.

Acara peresmian yang berlangsung meriah tersebut diawali dengan pementasan kesenian Thekthek, tari gambyong, dan tari rampak serayu. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah mengatakan, dengan diresmikannya Balai Budaya, akan berdampak pada meningkatnya kegiatan berkesenian dan budaya bagi masyarakat Banjarnegara.

Dalam rangkaian peresmian Balai Budaya Banjarnegara, juga dipagelarankan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan 11 dalang Banjarnegara dengan lakon Rama Tambak. Untuk membuka pertunjukan wayang tersebut, dilakukan penyerahan tokoh wayang Prabu Rama oleh Gubernur Ganjar Pranowo yang diserahkan kepada dalang Ki Otong Tjudaroso yang juga merupakan ketua Dewan Kesenian Daerah Banjarnegara.

Lakon Rama Tambak dalam dunia pewayangan epos ramayana, merupakan awal dari perang antar bangsa dengan mengorbankan banyak rakyat yang tak berdosa, khususnya rakyat Alengka. Dari lakon Rama Tambak bisa dipetik berbagai pelajaran dimana dalam membangun suatu proyek raksasa (termasuk membangun bangsa) diperlukan adanya kesamaan persepsi dan aspirasi antara warga masyarakat dan pemimpinnya, sehingga terjalin kerjasama dan kemandirian sebagai bangsa antara pemimpin dan rakyatnya.

Lakon Rama Tambak juga mengajarkan tentang nepotisme dan kolusi (seperti yang terjadi antara Anoman dan Bethara Surya) tetap diperbolehkan, namun hanya sekedar kebijaksanaan demi kelancaran tujuan pembangunan, bukan untuk hal-hal yang merugikan. Selain itu juga, ambisi dan kepentingan pribadi sang pemimpin bisa menimbulkan kerugian dan malapetaka bagi rakyatnya yang tidak berdosa.

Rangkaian acara peresmian Balai Budaya Banjarnegara tidak hanya selesai sampai disitu. Esok harinya ditempat yang sama juga dipagelarkan pentas kesenian Embeg atau yang didaerah lain dikenal dengan nama Kuda Kepang atau Kuda Lumping. Selain kesenian Embeg, diselenggarakan juga festival musik akustik pelajar se-Kabupaten Banjarnegara, yang mengundang minat banyak pelajar di Kabupaten Banjarnegara.

Oleh : Akhmad Fatkhul Amin (Penyuluh Budaya Banjarnegara)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Seputar Banjarnegara ini ditulis pada 01 March 2014 oleh adisusatya

Recent Comments

Chaerudin: semoga pariwisata tetap jalan pandemik cepat berla...
Younie: Saya puji nur Wachyuni ALamat Penaraban, Karangsar...
Niat: Nanya dong.... Kapan Feskola Klampok di adakan la...
Tourwiz: Sukseskan terus acara DCF ini ,Sukset buat pariwis...
Fitriaanggiani: Mahaira dukung tante dini no 24..semangat ya...
Yudi Subiyanto, ST.: Don't give up, mrs Dini...
Novyandha: Nomer 2 semoga dilancarkan...
Puspo Ery: Nomer 12 Leony....yesss....go go gooo...... ­čĺ¬...
Eva karlina: No. 2 donkkkk....syantickkkk yurisadensi...
Juarti: Andi@29.....kita dukung kamu...semangat utk jadi j...

Statistik Pengunjung

  • 2581745Total halaman dikunjungi:
  • 48Halaman dikunjungi hari ini:
  • 350Halaman dikunjungi kemarin:
  • 1411776Total Pengunjung:
  • 47Pengunjung hari ini:
  • 284Pengunjung kemarin:
  • 1Pengunjung online:
  • January 1, 2019Statistik terhitung sejak: