Jalan Santai DCF V

[gib]; Merdeka.com – Gelaran Dieng Culture Festival 2014 yang memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, masih dibayang-bayangi minimnya fasilitas utama yang menunjang pengunjung mendatangi obyek wisata Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno kepada wartawan mengemukakan, saat ini sedang mengajukan usulan untuk penambahan fasilitas. “Persoalan kami hingga saat ini terletak pada akses jalan yang minim menuju Dieng dan juga akomodasi penginapan yang memadai untuk pengunjung,” kata Hadi saat ditemui wartawan, Sabtu (30/8).

Hadi menjelaskan, saat ini akses jalan menuju obyek wisata Dieng hanya memiliki satu jalan saja. Saat ini, Pemkab Banjarnegara bersama Pemkab Batang dan Pemprov Jawa Tengah sedang membuat akses baru untuk jalan keluar dari Dieng melewati wilayah Batang.

“Untuk akses jalan keluar ini, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 15-20 miliar. Namun, dari Pemkab Batang, Banjarnegara dan Pemprov Jawa Tengah baru terkumpul Rp 4 miliar,” ucapnya.

Menurutnya, jika ada akses jalan dari Batang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan menuju Dieng. Bahkan, dia menyebut akses jalan ini bisa membuat jarak tempuh lebih dekat menuju ibu kota provinsi Jawa Tengah, Semarang.

“Kalau ini berhasil, tidak menutup kemungkinan akses dari Ahmad Yani (bandar udara di Semarang) menuju Dieng hanya dua jam,” katanya.

Selain itu, Hadi memaparkan potensi lainnya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Dieng adalah dengan memanfaatkan banyaknya kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

“Dalam setahun, setidaknya ada sekitar 26 kapal pesiar yang sering merapat di Pelabuhan Tanjung Perak. Dan setiap kapal pesiar berdaya tampung sekitar dua ribuan lebih wisatawan yang berpotensi mengunjungi Dieng. Jika mereka merapat sekitar enam jam, tidak menutup kemungkinan, Dieng akan menjadi destinasi wisata baru karena aksesnya yang mudah,” paparnya.

Selain akses jalan, ia mengemukakan akomodasi penginapan yang ada selama ini di Dieng hanyalah berupa homestay yang tidak bisa menampung rombongan dalam jumlah banyak. “Padahal dalam pariwisata, seharusnya memiliki trickle effect agar bisa dinikmati masyarakat hingga paling bawah, jika waktu berkunjung wisatawan lebih lama,” jelasnya.

Masih menurut Hadi, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Dieng pada musim lebaran lalu mencapai 100 ribu orang. Rata-rata dari pengunjung tersebut datang hanya sebentar, karena kondisi homestay sudah penuh.

“Dalam setahun saja ada sekitar 500 ribu pengunjung yang mendatangi Dieng selama setahun dan sekitar 5.000-an di antaranya adalah wisatawan asing. Karena itu, kita butuh adanya hotel yang memadai dan sesuai dengan standar internasional,” imbuhnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


budaya, Dieng, Seputar Banjarnegara, Wisata ini ditulis pada 01 September 2014 oleh chris

Recent Comments

Minkmink: Selamat buat kakang Erik & mbekayu Windy yang ...
OSIS SMK Panca Bhakti: Selamat Ya Erik......
Andien: No 33 semangat 👐...
madiyono: Elsa mantap...
Arifah: No 16...
Etikawati Setiyaningrum: No 48...
Rahma: Vote no 16 Dhini...
Rohyat: Semangat ya mas ... Kami doakan semoga menang no. ...
arum puspita dewi: no 48 niken...
arum puspita dewi: Vote no 48 niken...

Statistik Pengunjung

  • 1968382Total halaman dikunjungi:
  • 369Halaman dikunjungi hari ini:
  • 401Halaman dikunjungi kemarin:
  • 1040820Total Pengunjung:
  • 242Pengunjung hari ini:
  • 247Pengunjung kemarin:
  • 2Pengunjung online:
  • July 20, 2011Statistik terhitung sejak: