BANJARNEGARA. Kabupaten Banjarnegara kaya akan benda – benda cagar budaya yang tersebar hampir di 20 Kecamatan, yang kondisinya memerlukan perhatian dari semua pihak antara masyarakat dan pemerintah.

Dalam upaya menempuh langkah langkah pelestarian Cagar Budaya, Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Komisariat Banjarnegara menyelenggarakan Webinar 5 Juli 2020, dengan tema “ masa depan Pemanfaatan dan Pelestarian Cagar Budaya Banjarnegara” webinar menyertakan nara sumber dari kalangan akademis Dr. Purnawan Basundoro, M.Hum dosen ahli sejarah perkotaan Unair Surabaya, Tri Mulyantoro, SH Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dan mengundang narasumber Dwi Suryanto Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. Adapun peserta webinar sejumlah kurang lebih 250 orang terdiri dari kalangan Akademisi, Sejarawan, Budayawan dan Mahasiswa dari berbagai kota.

Heny Purwono, Spd.M.Pd Ketua MSi (Masyarakat Sejarawan Indonesia) Komisariat Banjarnegara selaku moderator menyampaikan bahwa Kabupaten Banjarnegara terdapat banyak situs/Cagar Budaya yang dalam pelestariannya perlu sinergitas dan kerjasama antara masyarakat dan Pemerintah Daerah.

Dr.Purnawan Basundoro sebagai narasumber menyampaikan bahwa Cagar Budaya merupakan bukti peradaban masa lampau yang meninggalkan jejak sebagai kajian sejarah sehingga perlu mendapat perhatian dalam pelestarianya.

Kabupaten Banjarnegara terdapat banyak peninggalan sejarah yang belum ditetapkan sebagai Cagar Budaya seperti Bendung Banjar Cahyana peninggalan colonial Belanda, jaringan kereta api dan situs situs yang pelestarianya perlu tetapkan melalui Peraturan Daerah, adapun pelestarian cagar budaya merupakan tanggung jawab Pemerintah dan masyarakat.

Dwi Suryanto, S.Sos.M.Si menyampaikan bahwa cagar budaya/situs di Kabupaten Banjarnegara yang tercatat dalam kondisi baik sejumlah 35 buah dan yang terawat ada 18 lokasi, Disparbud sedang melakukan pengkajian dan pendataan untuk mengarah terbentuknya Peraturan Daerah pelestarian cagar budaya.

Tri Mulyantoro, SH anggotra DPRD Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk pelestarian cagar budaya akan kami komunikasikan pada tingkat legislatif, tuturnya. Peninggalan sejarah harus kita lestarikan karena di dalamnya terdapat aspek sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan dan pemanfaatan dari aspek peningkatan ekonomi masyarakat. Imbuhnya (Dien”s peserta webinar)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


budaya, Seputar Banjarnegara ini ditulis pada 07 July 2020 oleh Anjar Steviani

Recent Comments

Niat: Nanya dong.... Kapan Feskola Klampok di adakan la...
Tourwiz: Sukseskan terus acara DCF ini ,Sukset buat pariwis...
Fitriaanggiani: Mahaira dukung tante dini no 24..semangat ya...
Yudi Subiyanto, ST.: Don't give up, mrs Dini...
Novyandha: Nomer 2 semoga dilancarkan...
Puspo Ery: Nomer 12 Leony....yesss....go go gooo...... 💪...
Eva karlina: No. 2 donkkkk....syantickkkk yurisadensi...
Juarti: Andi@29.....kita dukung kamu...semangat utk jadi j...
wiwisisca: Vote no 18. Rahma.... Selamat, semoga succes mba R...
Setya Amrih Prasaja: No. 11 mawon...

Statistik Pengunjung

  • 2459359Total halaman dikunjungi:
  • 149Halaman dikunjungi hari ini:
  • 222Halaman dikunjungi kemarin:
  • 1336096Total Pengunjung:
  • 110Pengunjung hari ini:
  • 164Pengunjung kemarin:
  • 1Pengunjung online:
  • January 1, 2019Statistik terhitung sejak: