SADRAN GEDHE

Bersantap dengan aneka lauk serta beragam panganan secara massal, dan hanya setahun sekali diadakan di kompleks Makam Girilangan atau Ki Ageng Giri di Desa Gumelem Kecamatan Susukan Banjarnegara. Acara itu merupakan bagian dari ritual yang dilakukan para warga menjelang bulan puasa Ramadhan atau dikenal sebagai Sadran Gedhe.

Sebagai bekas daerah kademangan masa pemerintahan Kerajaan Mataram, para warga Gumelem masih terus melestarikan tradisi tersebut. Pelaksanaannya selalu dilakukan dua hari menjelang Ramadhan. Ritual dipusatkan di Makam Ki Ageng Giri, pendiri kademangan Gumelem.

Dalam perayaan sadran Gedhe, para warga Gumelem menyiapkan berbagai makanan. Terdiri dari nasi, lauk pauk dan sayur yang dikemas dalam tenong (sejenis tempat makanan berbentuk lingkaran terbuat dari bambu dengan wadah dan penutup).

Para warga keluar dari rumah setelah mendengar suara kenong bertalu-talu dari arah makam di puncak bukit di sisi atas rumah mereka. Selanjutnya mereka menuju rumah kepala desa dan berangkat ke makam bersama-sama Para Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat memakai pakaian adat Jawa. Sesampai di makam, mereka melakukan ziarah dan doa bersama. Selanjutnya mereka menuju makam Kyai Hasan Besari atau lebih dikenal sebagai Ki Ageng Gumelem. “ Ki Ageng Gumelem adalah seorang Senopati dari Mataram. Karena jasanya terhadap Mataram ia diberi wilayah yang kemudian diberi nama Gumelem. Selain menjabat sebagai Demang, dirinya juga bertugas merawat makam Ki Ageng Giri”, ujar Kades Gumelem, Budi Sulistyo. Di Pendapa dekat makam itu para warga menggelar acara tahlil dan doa, diakhiri dengan santap bersama.

 

 

  • Recent Posts

  • Objek Wisata di Banjarnegara yang Ingin Anda Kunjungi?

    View Results